Tingkat Akurasi pada Finite Element Analysis

“Seberapa akurat hasil simulasinya?”


“Kira-kira error-nya berapa persen ya?”
“Bisa dipertanggungjawabkan ga nih hasilnya?”


Beberapa pertanyaan di atas merupakan contoh hal yang kerap dijumpai pada dunia engineering analysis. Tidak hanya finite element method pada domain struktur, tetapi juga computational fluid dynamics, electromagnetics, maupun metode numerik lainnya, tingkat akurasi merupakan aspek yang paling diperhatikan. Banyak perusahaan yang menggunakan metode ini untuk melakukan studi desain parametrik suatu produk sehingga testing costs dan development time bisa diminimalisir.


Finite element method, sebagai contoh, merupakan suatu representasi matematik dari sebuah fenomena fisik di kehidupan nyata. Metode ini tidak serta merta mereplikasi fenomena tersebut, melainkan mendekatinya dengan asumsi-asumsi sesuai batasan masalah yang ada. Maka dari itu, penentuan batasan masalah beserta asumsi yang menyertai menjadi sangat krusial, sebab hal ini akan mempengaruhi input data yang dibutuhkan dalam proses finite element analysis.


Rubbish in, rubbish out (RIRO) merupakan istilah yang sering digunakan untuk menyatakan bahwa output suatu proses sangat dipengaruhi oleh input yang diberikan. Software yang sangat canggih sekalipun akan memberikan kesimpulan yang tidak masuk akal apabila geometri, sifat material, kondisi batas dan beban, maupun strategi meshing yang diberikan sangat jauh dari kata ideal.


PT Nusantara Secom InfoTech (NSI), sebagai mitra resmi Dassault Systèmes di Indonesia untuk Abaqus, CST Studio, Tosca, Fe-Safe, Opera, Powerflow, SIMULIA 3DExperience, siap membantu dalam mengoptimalkan proses design engineering Anda menggunakan solusi yang kami miliki. Melalui certified technical team yang kami miliki, training dan technical support terbaik akan kami berikan dalam rangka mengimplementasikan strategi tersebut. Hubungi kami sekarang untuk berdiskusi lebih lanjut!


Share This Post: